Home Owner Stuff Links Skins Follow Dash



s a l m a n o v y .



Salma's World
Blog's Owner
Hi All!



Salma Novyanti Subarkah. Indonesian Citizens.
Your IP is . See your IP? Don't spams in my blog & don't open my page source. If you want to contact me, click here. Thanks!

Let's Chat!
Chat Box
Rules
● Fill in the fields 'Name' with your full name or call & must be original, not anonymous! If anonymous, I will track your IP!
● Column 'Email / URL' filled with the your blog URL or your email, okay?
● Dont use harsh words, spam, etc. When spam and harsh words, I will not reply your message!
● Please follow the above rules & just chat with me!^^


Blog's Archive
Memories

Personal Message
Please read this!

Friday, 26 May 2017 - I'm very busy guys, sorry udah lama nggak nengok blog~ - Salma, Blog's Owner

Credits
Thanks for Helping!

Skins by SalmaNovy
Basecode by Shuhada & Salsa
Owner is SalmaNovy

Cerpen : Peti Harta Karun dalam Laut

Ahad, 28 Juni 2015

Hi all! Aku pingin ngepost cerita, boleh kan? Sebenernya cerita ini udah lama aku buat, hehehe.
Tapi aku edit lagi jadi beda banget sama yang belom diedit, soalnya ada beberapa yang bahasanya polos, oiya, kalo ngga salah, cerita ini udah pernah dimuat di website cerpenmu.com. Ini 100% cerita buatanku, tolong jangan plagiat, yaa.

Peti Harta Karun dalam Laut (By. Salma Novyanti Subarkah)

Cuit cuit.. cuit..
Suara burung-burung berbunyi di sore hari yang indah ini. Aku dan teman-temanku sedang berada di sebuah pantai yang biasa dikenal dengan sebutan Ocean Beach.
Aku bermain pasir dan membentuknya menjadi sebuah istana yang dihiasi bendera kecil. Seperti anak kecil, ya? Oke, tidak apa-apa, bermain pasir termasuk salah satu hobiku juga lho, karena rumahku dekat dengan pantai ini, hehehe. Ngomong-ngomong, kita belum berkenalan ya? Namaku Nazwa.

                                                                   ***

“Naz! Sini deh!” panggil salah satu temanku, Azhami namanya.
“Kenapa Zham?” tanyaku.
“Tadi aku habis menyelam, terus aku lihat sebuah benda yang kelihatannya bersejarah, warnanya cokelat usang gitu,” jawab Azhami.
“Iya, tadi aku juga lihat,” kata Siska.
“Benda cokelat usang? Nyelam yuk! Aku mau lihat benda itu,” ucapku penasaran. Aku, Azhami, dan Siska menyelam ke laut.
“Itu..” tunjuk Azhami.
Aku membawa benda cokelat usang itu ke daratan. Ternyata benda tadi adalah sebuah peti kecil.
“Wah, mana? Baru kali ini kita menemukan peti seperti ini!” sahut Siska senang.
“Berat nihh,” ucap Azhami.
“Yaa, pasti isinya banyak, hehehe,” kata Siska.
“HEI! KEMBALIKAN! KEMBALIKAN PETIKU!” tiba-tiba, terdengar suara dari dalam laut.
“CEPAT! AKU AKAN BERI KALIAN WAKTU TIGA HARI UNTUK MENGEMBALIKAN PETIKU!” suara itu terdengar lagi.
“Eh, suara apaan tuh?? Aku takut nih jadinyaa,” sahutku sambil bergetar.
“Aduh, gawat. Kembalikan yuk, cepat!” kata Siska.
“Iya, ayoo,” kata Azhami.
Kami pun, kembali menyelam menuju tempat peti tadi berada.
Di dalam laut, kami bertemu seorang putri duyung yang sangat cantik.
Aku, Azhami, dan Siska heran dan kaget. Aku mencoba bertanya.
“Hei, apakah kau pemilik peti ini?” tanyaku kepada putri duyung itu.
“Ya, aku pemiliknya,” kata putri duyung berekor putih itu.
“Benda itu adalah harta kerajaan Ikan yang sangat dijaga. Harta itu menjadi incaran antara kerajaan kami, Ikan dengan kerajaan ratu jahat, kerajaan Gurita.” Kata putri duyung itu.
“Kalau boleh tau, namamu siapa?” tanya Siska.
“Namaku Putri Kathrine,” jelas Putri Kathrine.
“Hmm, Putri, apakah kau butuh bantuan kami?” tanya Azhami.
“Kami sangat butuh bantuan kalian. Sebab kerajaan kami akan berperang minggu depan. Kami berperang dengan kerajaan Gurita. Ratu Gurita menantang kami. Oh iya, kalau nama ratu kerajaan kami Ratu Ikan,” kata Putri Kathrine.
“Oh,” aku mulai mengerti.
“Tapi dunia apa ini? Kok aneh? Memang putri duyung itu benar-benar ada? Kalau iya, kok aku tidak pernah bertemu kamu?” tanya Siska.
“Kalian telah masuk ke dunia dongeng, maka kalian harus membantu kami,” kata Putri Kathrine.
“Jangan mengancam, dong!” seru Azhami tidak suka.
“Hmm.. Sebenarnya aku tidak mengancam, memang ini harus dilakukan. Karena jika kalian tidak membantu kami, kalian tak akan bisa kembali ke dunia nyata. Maafkan aku bila aku menyebalkan,” ucap Putri Kathrine.
“Gampang! Kami tinggal berenang ke atas, pasti kami kembali ke dunia nyata,” ucap Azhami masih kesal.
“Cobalah kamu berenang ke atas,” kata Putri Kathrine.
“Baik! Akan kucoba!” Azhami menantang ucapan Putri Kathrine. Dia berenang ke atas.
“Hmm, kok tak ada jalan keluar?” tanya Azhami bingung. Dia sangat malu dengan Putri Kathrine.
“Sudah kubilang, percaya saja padaku,” kata Putri Kathrine.
“Hmm, tapi kami kok bisa bernafas dalam laut?” tanyaku.
“Kan ini dunia dongeng, Naz!” seru Siska.
“Oiyaa,” gumamku.
“Sekarang, kami harus membantu apa?” tanya Azhami.
“Kalian harus membantu mencari kristal ungu kecil di tengah karang laut yang berwarna-warni karena belum ada yang menemukannya, dan sulit sekali untuk menemukannya, kecuali manusia seperti kalian. Hanya manusialah yang dapat menemukan peti itu, dan aku beruntung bisa bertemu dengan kalian. Kalau kalian sudah menemukan kristal ungu itu, langsung berikan padaku yaa,” kata Putri Kathrine.
“Enak banget, kamu!” seru Azhami.
“Hmm, maaf. Aku melakukan ini semua karena aku diperintah Ratu Ikan. Tapi kau jangan marah padanya ya, kalian diberi waktu 3 jam untuk mencari kristal itu,” kata Putri Kathrine.
“Baiklah, kami akan mencarinya,” kata Azhami tersenyum. Kalau Azhami sedang takut, pasti emosinya terbawa.
Kami bertiga pun, berenang ke tengah dasar laut. Sampai di sana, kami menemukan karang yang berwarna-warni dan bercahaya.
“Eh, mungkin di selip-selip karang ini,” kataku.
“Iya, coba kita cari!” kedua temanku mengangguk.
Kami mencari-cari kristal ungu diselipan-selipan karang berwarna-warni ini. Susah sekali. Sudah satu jam kami mencarinya, jadi waktu kami tinggal 1 jam lagi.
Kaki Siska menginjak sesuatu yang menyakitkan. Ternyata jalan yang kami lalui berbeda dengan yang sebelumnya, kali ini banyak duri-duri kecil yang tajam. Ia meringis pelan, untungnya duri tersebut tidak tertancap di kakinya. Tiba-tiba..
“Ahh! Silau!” teriakku pelan sambil mengedipkan mataku beberapa kali.
Aku melihat ada cahaya putih keungu-unguan yang berkilau sekali. Aku pun menuju cahaya ungu yang paling berkilau di antara semua karang yang bercahaya.
“Siska! Azhami! Sini!” panggilku.
“Kenapa?” Siska dan Azhami berenang ke arahku.
“Wahh, kristal ungu! Ayo cepat kita simpan!!” seru Siska pelan. Kami mengambil kristal itu dan menyimpannya di sebuah kotak berwarna-warni pemberian Putri Kathrine.
Kami berenang dengan cepat ke kerajaan Ikan.
“Putri Kathrine, ini kristalnya,” kataku seraya menyerahkan kotak berwarna-warni yang tadi kubuat untuk menyimpan kristal ungu.
“Terima kasih, sebagai balasannya, kalian boleh ambil peti harta karun ini dan boleh pulang, terima kasih banyak,” Putri Kathrine tersenyum.
“Terima kasih kembali Putri Kathrine!” kami melemparkan senyum.
"Ngomong-ngomong, kristal itu buat apa Putri?" tanya Siska.
"Kristal ini adalah kristal ajaib yang memiliki kekuatan sakti, bila kristal kecil ini dikalungkan oleh Pangeran Goldie, Kerajaan Ikan akan mudah melawan Kerajaan Gurita" jawab Putri Kathrine.
"Ohh, ya udah, good luck perangnya yaa, kalo gitu, kami pulang dulu Putri! Selamat tinggal!" ucap kami bertiga karena kami hanya bisa bertemu Putri Kathrine sekali saja. Kami berenang ke atas & kembali ke dunia nyata.
Hore! Senangnya bisa membantu sesama makhluk.


***

Gimana ceritanya? Bagus, nggak? Jangan lupa krisarnya di comment, yaa, jangan cuma di lokit doang-_-" Bye!

Written by Salma Novyanti Subarkah

Label:


Posting Komentar

Ada yang kurang dimengerti? Mau kasih pendapat? Silahkan comment, ya! Tapi ada syaratnya, lhoo!
• Pakai Bahasa Indonesia yang baik & benar, oke?
• Kalo mau comment yang sopan, yaa, jangan kasar-kasar'-'
• Kalo mau ngasih kritik/saran juga yang sopan yaa
• Jangan akun anon please. Nama harus lengkap & asli!
Tolong sesuain komentar kamu sama rules di atas yaa. Thanks!